Disable Preloader

MUSIBAH POLITIK PILKADA KOTA SUKABUMI 2018

MUSIBAH POLITIK PILKADA KOTASUKABUMI 2018

Oleh :  H. Saendinobrata

(STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi)

                                

Kota Sukabumi merupakan salah satu dari 39 Kota, 115 Kabupaten   dan 17 Provinsi  dalam Pilkada Serentak 2018, sebanyak  171  Daerah di Indonesia.  Hari Pemungutan  Suara   Pilkada 2018,  melalui Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, pada  03 Juli 2018. Istilah  Pilkada  yang  pertama  kali  dilansir  di  Sukabumi  tahun 1999, sampai saat  ini  masih  menyisakan pertanyaan dari aspek kewenangan urusan penyelenggaraan pemerintahan  daerah,  melalui asas otonomi,  dimana Kepala Daerah,  adalah  bagian  urusan  pemerintahan Daerah, penyelenggara pilkada menjadi urusan kewenangan pemerintah,  dengan  dana Pilkada bersumber dari APBD, diluar asas tugas pembantuan,   sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah.

Tahap pertama Pilkada 2018, Pendaftaran Pasangan Balon 8-10 Januari 2108. KPU Kota Sukabumi, telah menerima secara resmi pendaftaran dan menetapkan 4 (empat) Pasangan Balon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi 2018-2023.Pasangan Balon, meliputi  Mulyono – Ima Selamet (Mulia), koalisi Nasdem, PAN dan PPP,  Achmat Fahmi - Andri S.Hamami (Faham), koalisi PKS dan Demokrat dan  Dedi R. Wijaya -  Hikmat Nuristawan (Darmawan), koalisi Gerindra dan Hanura serta Jona Arizona - Hanafie Zain (Ijabah), koalisi  Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PKB.Fenomena politik Pilkada Kota Sukabumi 2018, dari 4 (empat) Paslon, adalah Pasangan Balon keempat, yaitu Jona Arizona dan Hanafi Zain (Ijabah), selain di dukung Koalisi gemuk, dengan kursi terbanyak di DPRD Kota Sukabumi sebanyak 13 kursi, bukan.

        Anomali terbentuknya pasangan ini, dimulai dari manuver politik yang dilakukan Partai Golkar Kota Sukabumi, menjelang akhir mendekati pendaftaran pasangan Balon, Partai Golkar Jona Arizona untuk Bakal Calon Walikota Sukabumi. Dengan 6 kursi,  belum mendapatkan koalisi dari partai politik lainnya. Sedangkan untuk Partai politik yang memiliki persyaratan untuk mencalonkan pasangannya, semuanya telah terpola dan sudah deklarasi dengan masing-masing pasangan Balon, kecuali untuk PDI perjuangan dan PKB. Dalam konteks  ini, Jona Arizona seperti telur diujung tanduk untuk mendapat pasangan calon  wakil Walikota telah tertutup. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, berdasarkan Keputusan DPP Partai Golkar, adalah Bakal Calon Walikota Sukabumi, bukan untuk Bakal Calon Wakil Walikota. Untuk maju sendirian Partai Golkar belum memenuhi syarat. Kemungkinan terakhir Jona Arizona dan Partai Golkar sebagai ”penggembira” dengan koalisi dengan  partai lain yang telah mempunyai pasangan Balon, tidak sebagai bakal calon Wakil Walikota, apalagi sebagai Bakal Calon Walikota Sukabumi. Manuver politik Partai Golkar yang telah berpengalaman di kancah perpolitikan di Indonesia ”menjungkirbalikan” realitas politik di Pilkada Kota Sukabumi 2018. ”Last minute” batas akhir menjelang pendafatran bakal pasangan calon, mampu membangun koalisi Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PKB mengusung Pasangan Jona Arizoana sebagai Balon Walikota Sukabumi dan Hanafi Zain sebagai Balon Wakil Walikota Sukabumi.

       Anomali politik penetapan pasangan Balon Jona Arizona - Hanafie Zain, melalui Koalisi Partai Golkar, PKB dan PDI Perjuangan, tanpa di komunikasikan dan dikonsultasikan kepada Hanafie Zain, ”tulis tonggong”. Sedangkan Hanafie Zain, adalah Balon Walikota Sukabumi yang telah diusung PDI Perjuangan, PKB membatalkan Balon Wakil Walikota koalisi dengan PDI Perjuangan sebagai Walikota Sukabumi, dan merekomendasikan Balon Walikota kepada Partai Golkar dan Balon Wakil Walikota kepada PDI Perjuangan. “Soalnya, DPC PKB Kota Sukabumi ternyata mengeluarkan  SK pasangan atas nama Jona Arizona dan Hanafie Zain. Penetapan pasangan tersebut, ternyata tanpa ada komunikasi terlebih dahulu dengan Hanafie Zain, yang memang sudah disiapkan PDI Perjuangan, diusung untuk menjadi Bakal Calon (Balon) Walikota Sukabumi. Begitu juga dengan DPD Golkar, ternyata mengusung Ketua  DPD Golkar Kota Sukabumi dengan Hanfie Zain: (Radar Sukabumi, 10-01-2018, hal 4)

        Pasifnya DPC PDI Perjuangan, dalam mengimplementasikan kebijakan DPP PDI Perjuangan dalam penetapan Hanafi Zain (HZ), sebagai Bakal Calon Walikota Sukabumi dari PDI Perjuangan, untuk segera berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa dalam menetapkan Pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Periode 2018-2023,  disamping  manuver politik Partai Golkar menetapkan pasangan Balon Jona Arizona- Hanafie Zain,  dan adanya Surat Keputusan DPC PKB menetapkan pasangan Balon sama, maka menjadi “Musibah” politik bagi “HZ” . “ Saya sebagai Balon Walikota Sukabumi yang diusung oleh PDI Perjuangan terus terang merasa dirugikan. Karena langkah politik tersebut mengakibatkan  saya terancam tidak bisa menjadi Balon Walikota Sukabumi. Soalnya, langkah politik yang dilakukan Golkar dan PKB sama sekali tidak pernah  melibatkan dirinya dalam pembahasan penetapan dirinya sebagai calon wakil walikota” (Hanafie, dalam Radar Sukabumi, 10-01-2018, hal 4).

Sosialisasi politik kepada rakyat Sukabumi telah dilakukan dan telah terbentuk persepsi rakyat bagi “HZ” sebagai pemimpin dengan Bersahaja (Bersama-sama, harmonis dan kerja nyata), visi-misi telah dikomunikasikan, baliho telah terpasang dimana-mana dan janji-janji telah terucap sebagai Balon Walikota Sukabumi, jaringan komunikasi telah terbangun serta organisasi relawan yang melitan telah terstruktur. Keputusan politik penguasa mendegradasi dari Balon Walikota Sukabumi menjadi Balon Wakil Walikota Sukabumi, memang harus diterima secara ikhlas dan legowo. Politik praktis bersifat dinamis, cair dan last minute.      

terjadi di Pilkada Kota Sukabumi 2018.

        Etika politik, dalam dinamika  politik Pilkada Kota Sukabumi 2018, seharusnya merupakan “Conditio sine quanon”, karena kita memilih Pemimpin Rakyat siklus lima tahunan secara demokratis dalam Pilkada Bersih, dengan menggunakan uang rakyat yang relative cukup besar. Pemimpin yang akan mengelola pemerintahan dan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat Kota Sukabumi. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin rakyat yang memiliki kapasitas,  kapabilitas serta integritas. Menurut Zohar (1972), bahwa ” Kepemimpinan yang melayani (servant leadership)”. Kepemimpinan yang melayani berdasarkan aspirasi rakyat, bukan sebaliknya.

                                Dalam politik tidak ada  yang  serba  gratis,   setiap  tindakan  politik  selalu  ada  ongkos

                        yang harus dibayarkan dan  resiko yang ditanggung,   dimana  usalan keputusan politik dalam

memecahkan masalah politik, selalu dipertimbangkan untung ruginya. Manusia sebagai obyek politik, dikendalikan penguasa serta menjadi ancaman atas kekuasaan penguasa. Dalam istilah politik praktis sehari-hari,  tidak ada makan siang gratis. Merdeka.

 

                                                                                                                                  Sukabumi, 12 Januari 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

Dalam konteks ini, bahwa produk Pilkada 2015 Kabupaten Sukabumi adalah pemimpin yang mendahulukan pelayanan kepada orang lain dari pada dirinya  sendiri. Pemimpin yang melayani, bukan yang condong banyak bicara, tetapi lebih banyak mendengarkan orang lain, lalu mengambil suatu keputusan sebagai tindakan nyata sesuai dengan kewenangan pemerintahan yang dimiliki. Dengan kata lain,.

       Oleh karena itu, beberapa faktor sebagai rujukan dalam memprediksi  dan  mendeskripsikan ”care” dan ”share” pemimpin dari  3 (tiga)  pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati dalam Pilkada serentak Kabupaten Sukabumi 2015, Bidang Pendidikan Lima Tahun ke depan.

Pertama, Aktor dan Arena, yang melekat dalam diri calon dan lingkungannya, dimana aktivitas dan tindakan calon pimpinan dalam masyarakat, mendeskripsikan mindset dan paradigma untuk merumuskan dan mengoperasionalisasikan program bidang pendidikan dalam wilayah organisasi kerjanya. Peran aktor dalam merealisasikan kegiatan program, saling mempengaruhi berdasarkan kepentingan-kepentingan politiknya. Sikap dan perilaku politik calon pemimpin dalam komunikasi  dan pendekatan kepada masyarakat selalu mengedepankan program pendidikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Penggunaan kekuasaan (power) dan kewenangannya dalam proses formulasi dan implementasi kebijakan bidang pendidikan. Komitmen dan konsistensi antara ucapan, keputusan dan tindakan calon pemimpin tersebut merupakan ukuran, standar dan rujukan bagi masyarakat, yang dikomunikasi pada waktu kampanye.

Kedua,  Visi dan Misi calon pemimpin diwujudkan, dalam Rencana  Pembangunan Jangka  Menengah  Daerah  (RPJMD), sebagai arah dan orientasi pencapaian tujuan,  KEPALA   DAERAH   TERPILIH,  yang menekankan kedalam   tujuan,  sasaran,   strategi   dan    kebijakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                          Sukabumi, 08 Septemebr  2015

 

                                                                                          Kepada Yth :

                                                                                          Redaksi Radar Sukabumi

                                                                                         Jl. Salabintana KM 3,5 Penjalu

                                                                                         SUKABUMI.

 

Hal : Penyampaian makalah.

         ------------------------------

 

 

              Dengan hormat,

 

              Dipermaklumkan dengan hormat, terlampir disampaikan Makalah yang berjudul ” Pilkada kabupaten Sukabumi  2015”, untuk kiranya dapat dimuat dalam Mimbar Publik Radar Sukabumi, sesuai dengan kewenangan Redaksi.

 

              Atas perkenan Bapak dihaturkan ucapan terima kasih.

 

 

 

                                                                                   Hormat Kami,

 

 

 

 

                                                                                Dr. H. Saendinobrata, Drs., M.Si

                                                                                STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

                                                                                Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat

                                                                                 Jl. Raya Cisaat No. 6 Sukabumi.-

                                                                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan:

Tags: #Politik,#Musibah,#Sukabumi,#KotaSukabumi,#PolitikMusibah

John Doe

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Comments
  • John Doe says:
    23/06/2014

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ea commodo consequat...

    Replay
  • John Doe says:
    23/06/2014

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ea commodo consequat...

    Replay
    John Doe says:
    23/06/2014

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ea commodo consequat...

    Replay
    John Doe says:
    23/06/2014

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ea commodo consequat...

    Replay
  • John Doe says:
    23/06/2014

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna et sed aliqua. Ut enim ea commodo consequat...

    Replay
Tinggalkan Komentar :